Setelah lama nggak ngeblog memang membuat seorang blogger bakal kehabisan bahan untuk dibahas, namun nggak kurang akal kok dearest reader and visitor. Kali ini kita bakal membahas : Kilas balik Album dan Kebiasaan manggung paramore :)
"Yes!, Theyyyy areee Paramoooreeee!!", saya ungkapkan sebagai feedback untuk kebiasaan Hayley Williams meneriakan statement "we are Paramoreeee!!!" pada setiap pembuka konser mereka. Akhir 2009 Paramore akhirnya merilis album major ketiga mereka yang bertitel Brand New Eyes. Sebelum membicarakan album ini lebih jauh, sering terbesit pertanyaan dalam diri saya, apa jadinya jika Paramore tidak menghasilkan album seperti Riot!?. Did anyone really see the stratospheric rise of Paramore coming?.
Saat album debut All We Know Is Falling rilis pada 2005, banyak yang beranggapan Paramore tidak mempunyai nilai lebih dan hanya sekedar band rock biasa, bahkan berkarakter yang tidak berbeda dengan band-band lain yang rilis saat itu. They were just another rock band with a cute singer toiling away without much success. Tapi anggapan tersebut berubah 180 derajat saat Paramore merilis album Riot! pada 2007. Since Riot! there's something like if you were in a band with a chick singer, you were trying to rip off Paramore. All the faith changing they got simply because Paramore got there first and put up a roadblock for anyband else who were starting out at the same time.
Setelah kesuksesan Riot! pada 2007, lalu bagaimana dengan Brand New Eyes?. On Riot!, they seemed to be having actual fun playing their sharp music, sheer mall punk. About Brand News Eyes?, let's just click and play, go!.
Brand New Eyes dibuka dengan hentakan bertenaga dari lagu yang berjudul Careful. Sejak awal kemunculan Paramore, saya selalu beranggapan bahwa kekuatan vital band ini ada pada drum Zac Farro, dan tentunya pesona dari Hayley Williams. Pada lagu ini, riff-riff gitar yang dihasilkan oleh Josh Farro sangat nyaman untuk didengar. "Careful" urges fellow inhabitants of the Disinformation Age to "open up your eyes like I opened mine." Awal yang bagus untuk menuju ke lagu-lagu selanjutnya.
Lagu kedua adalah hit single yang berjudul Ignorance. Setelah dijejali sound gitar yang membuai tapi bertenaga pada track Careful, pada lagu Ignorance saya seperti merasakan ereksi musik yang disebabkan oleh sound dan tehnik gitar yang ditawarkan. Sepanjang 3 menit 38 detik pendengar disuguhkan harmonisasi bertenaga dari gitar, drum, bass, dan vokal Hayley Williams. What i wonder was, with each album, Hayley Williams seems to get ten times better, get hundred times hotter, as seen on video Ignorance, hahaha.
Setelah hentakan bertenaga dari dua track awal, pada lagu ketiga berjudul Playing God, Paramore menurunkan tempo sejenak. Lagu penuh filosofi ala Paramore ini dikemas dengan tehnik bass dari Jeremy Davis yang konsisten dan nyaman untuk didengar. In "Playing God," Hayley Williams takes aim at bully-pulpit blowhards and saying "Next time you point a finger, i'll point you to the mirror".
Next track, Brick by Boring Brick become the album's philosophical centerpiece. "If it's not real, you can't hold it in your hands, you can't feel it with your heart And I won't believe it.". The same degree of clarity Hayley employed in Riot!'s "For a Pessimist, I'm Pretty Optimistic". Pada lagu ini pun, Paramore mencoba menyampaikan pesan, atau bahkan saran bagi siapa saja yang ingin membangun hubungan, baik dalam band atau hubungan percintaan dari lirik yang berbunyi "So build your house brick by boring brick or the wolf's gonna blow it down.". Nice lyric.
Lagu kelima, Turn it Off, lagu medium beat tempo yang sungguh nyaman untuk didengar. Dalam lagu ini Hayley Williams mencoba menekankan bahwa dalam hidup terkadang mengambil jalan pintas akan menghasilkan solusi yang salah. Hayley Williams protests that "it's getting harder to believe in anything" and rails against "shortcuts and false solutions,"
Lagu keenam, The Only Exception menjadi dominasi dari Hayley Williams. Lagu akustik simple dengan pencapaian emosional yang maksimal. Lagu ini mengingatkan saya akan lagu My Heart pada album All We Know Is Falling, a blunt and obvious song that focused on a climax to be emotional. With "The Only Exception" Paramore have figured out that it doesn't have to finish loud to incite a reaction in the listener.Lagu ketujuh, Feeling Sorry, adalah lagu yang berkarakter sama dengan lagu That's What You Get dari album Riot!. Sampai disini, saya bisa menyimpulkan dari sudut pandang pribadi saya, bahwa lagu Feeling Sorry adalah lagu top of the top di album ini. Harmonisasi hentakan gitar, bass, drum, dan vokal Hayley Williams amat sangat membius.
Pada 2008 lalu, sempat berhembus isu bahwa ada kemungkinan bubarnya Paramore. Tapi pada lagu kedelapanLooking Up dan lagu kesembilan Where The Lines Overlap, Paramore seperti mementahkan isu tersebut. Those 2 songs play like responses to that hubbub. Lirik dalam lagu Looking Up yang berbunyi "God knows the world doesn't need another band / But what a waste it would have been," Williams wails in the former, before adding, "I can't believe we almost hung it up." Sementara pada lagu Where The Lines Overlap terdapat lirik yang berbunyi "No one is as lucky as us", cukup menegaskan bahwa Paramore masih tetap solid, even stronger than ever.
Next track, Misguided Ghosts, lagu akustik yang amat lembut. Pada awalnya saya beranggapan lagu ini akan menjadi lagu yang membosankan. Tapi ternyata saya salah, walaupun Hayley bernyanyi datar (dalam arti tidak ada perubahan tone) dari awal sampai akhir lagu, lagu ini tetap menjadi lagu yang baik. Musically, the acoustic guitars play different picked progressions that complement each other nicely. Sama yang seperti mereka lakukan pada lagu We Are Broken dan When it Rains pada album Riot!. "Misguided Ghosts" is a surprisingly soulful acoustic number.
Lagu kesebelas, All i Wanted mencerminkan skill dan tehnik vokal yang sangat baik dari seorang Hayley Williams. It's like 'all-Williams-all-the-time
Brand New Eyes ditutup dengan Decode soundtrack dari film box office Twillight. Sound gitar pada lagu ini mengingatkan saya akan lagu Emergency pada album All We Know Is Falling. Lagu bertenaga lengkap dengan sajian long high tune dari Hayley Williams. Lagu yang cukup pas untuk dijadikan sebagai sajian penutup album.

Overall, album Brand New Eyes ini adalah album yang patut untuk didengarkan. A slightly safe album from one of the most popular bands out there right now, but it's still great.
Bottomline is, with Brand New Eyes, Paramore wants you to know that they came out the other side intact and stronger than ever. Lewat Brand New Eyes, Paramore juga menunjukan potensi mereka yang terus melaju tanpa henti dengan kecepatan tinggi, "run to them, full spead ahead", like Hayley said.
Now they've just got to live up to it and create the classic album the fans know they can make. Cause "yes!, they areee Paramorrreeeee".
Bottomline is, with Brand New Eyes, Paramore wants you to know that they came out the other side intact and stronger than ever. Lewat Brand New Eyes, Paramore juga menunjukan potensi mereka yang terus melaju tanpa henti dengan kecepatan tinggi, "run to them, full spead ahead", like Hayley said.
Now they've just got to live up to it and create the classic album the fans know they can make. Cause "yes!, they areee Paramorrreeeee".
I like paramore.
ReplyDeleteI love Hayley Williams.