Sunday, October 14, 2012

Sweet Desire VI (Ending)

Malam ini malam bagi Agnia untuk berfikir dingin. Berfikir dingin sebelum Duta pindah sekolah esok hari, dan berfikir dingin untuk memaafkan sahabatnya Bayu.
Seperti memutar rekaman lalu, Agnia memutar yang ingin ia ingat lagi.
Bayu berkata,"Nggak selalu kita dapat apa yang kita pinginin. Dalam hidup ini ada sweet desire, tapi nggak semua sweet desire itu jadi nyata. Ada saatnya kita harus merelakan keinginan kita demi kepentingan lain. Bukannya kebahagiaan itu ketika kita liat orang yang kita cintai juga bahagia?"
Agnia mengerti sekarang. Gadis yang di maksut Bayu itu adalah dirinya. Kebahagiaan yang dimaksut Bayu itu melihat dirinya dengan Duta bersama. Hanya saja, Duta tidak benar-benar mengasihinya. Agnia juga menyadari, semua yang dilakukan Bayu adalah karena Bayu mencintainya dan menyayanginya.
Jadi, selama ini Agnia membuang seorang yang benar-benar mengasihinya? Agnia membuang rasa bersalahnya lagi. Lalu kenapa Duta menembaknya waktu itu? Untuk apa? Hanya untuk mementingkan kata-kata Bayu yang meminta Duta untuk menjadi Pacar Agnia?
Rasanya semua irrasional. Agnia mencoba berfikir dingin untuk menghadapi apa yang ada di depan matanya saat ini.
Bayu benar. Bayu pernah berkata seperti waktu itu. Maka aku juga. Pikir Agnia.
My sweet desire memang mendapatkan Duta. Keinginan ku memang jadi pacarnya Duta, namun tidak semua sweet desire bisa menjadi nyata dan berakhir baik. Aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi semuanya adalah sampah ketika itu membuat Duta tertekan, menyakiti hati Bayu bahkan membuat aku sampai seperti ini. Pikir Agnia lagi.
Kebahagiaan itu, bisa juga ketika melihat orang yang kita sayangi bahagia meskipun artinya tidak bersama kita, kan? Pikirnya lagi dengan menitihkan air mata.


Pagi benar. Agnia seperti tak ingin melewatkan kepindahan Duta. Agnia mencoba mengembangkan senyum yang ada di bibirnya.
Agnia merangkul bahu Bayu. Bayu terkejut.
"Hai, Yu!" sapa Agnia ceria.
"Ni?"
Senyumnya benar-benar lebar seperti tak ada yang terjadi.
"Nggak usah pindah kali. Dasar lebay! Masa gara-gara aku doang pindah?" celetuk Agnia dari belakang Duta.
"Ni??"
"Ayolaaah..." Agnia kemudian merangkul dua laki-laki itu.
"Aku tau. Anggap aja nggak ada yang terjadi di antara kita. Duta nggak perlu pindah, tapi nggak perlu jadi pacarku juga. Bayu juga masih jadi bestfriend ku," Lanjutnya.
Bayu dan Duta heran saling berpandangan.
"Dalam hidup ini, kita selalu punya keinginan. Tapi nggak semua keinginan kita itu selalu terpenuhi. Iya kan, Bay? Lagian kita masih bisa jadi 3 idiots kan? Iya kan?" Ujar Agnia lagi.
Bayu dan Duta kembali berpandangan dan mulai mengembangkan senyum.
"Malah liat-liatan! Ah! Hitung sampe tiga, terakhir sampe kantin bayarin sampe kenyang," Agnia berlari sekencang mungkin.
Diiringi tawa jahilnya diikuti kedua sahabatnya Bayu dan Duta..


THE END

Sweet Desire V

Esok harinya...

"Ni, soal smsnya Duta itu. Kemarin itu,"
"Iya tau. Udah putus kok aku." jawab Agnia pendek.
"Lhoh? Kok gitu? Duta mutusin kamu?"
"Enggak, aku malah." Agnia mempersingkat jawabannya.
"Kok bisa? Bukannya kamu yang pingin.."
"Aku yang pingin, aku yang pingin.. Iya aku yang pingin! Tapi pas kamu nyuruh Duta buat jadian sama aku kamu bahkan nggak tau kan apa yang kamu sendiri pinginin dan apa yang Duta pinginin,"
"Lhoh.."
"Nggak usah lhah lhoh lhah lhoh deh, Bay. Duta juga udah cerita soal semuanya. Mulai dari kamu minta ngomong empat mata sama dia, semuanya pokoknya." Jawab Agnia lagi.
"Tapi kan itu,"
"Biar aku dapet apa yang aku pingin kan? Waktu itu kamu ngomong sendiri. Nggak selamanya kita dapet apa yang kita pingin-pinginin sekalipun itu sweet desire ato apalah itu!" sahut Agnia.
"Iya kan? Aku pinginnya kamu seneng gitu, Ni." ujar Bayu.
"Iya. Aku seneng. Kamu pingin aku seneng dan akhirnya cuman bisa nyakitin aja kan? Karena ternyata Duta juga nggak pingin njadiin aku pacarnya?" lanjut Agnia.
"Aku juga nggak tau. Waktu itu emang Duta bilang dia suka kamu, Ni. Terus ngomong kalo mungkin bisa jatuh cinta sama kamu. Ya aku percaya dia. Aku pegang omongannya," jelas Bayu.
"Tapi Bay, kalo semuanya nggak sesuai harapan kan kacau." Agnia mulai berkaca-kaca.
Selama Bayu mengenal Agnia, bahkan ia belum pernah melihat sahabatnya itu berkaca-kaca.
"Duta juga cerita, kalau ada cowo lain yang mengharapkan aku," lanjut Agnia.
Bayu semakin terdiam.
"Kamu kan, Bay?"
Bayu dan Agnia hanya berpandangan sebentar. Agnia kemudian dari bangku duduknya.