Malam ini malam bagi Agnia untuk berfikir dingin. Berfikir dingin sebelum Duta pindah sekolah esok hari, dan berfikir dingin untuk memaafkan sahabatnya Bayu.
Seperti memutar rekaman lalu, Agnia memutar yang ingin ia ingat lagi.
Bayu berkata,"Nggak selalu kita dapat apa yang kita pinginin. Dalam hidup ini ada sweet desire, tapi nggak semua sweet desire itu jadi nyata. Ada saatnya kita harus merelakan keinginan kita demi kepentingan lain. Bukannya kebahagiaan itu ketika kita liat orang yang kita cintai juga bahagia?"
Agnia mengerti sekarang. Gadis yang di maksut Bayu itu adalah dirinya. Kebahagiaan yang dimaksut Bayu itu melihat dirinya dengan Duta bersama. Hanya saja, Duta tidak benar-benar mengasihinya. Agnia juga menyadari, semua yang dilakukan Bayu adalah karena Bayu mencintainya dan menyayanginya.
Jadi, selama ini Agnia membuang seorang yang benar-benar mengasihinya? Agnia membuang rasa bersalahnya lagi. Lalu kenapa Duta menembaknya waktu itu? Untuk apa? Hanya untuk mementingkan kata-kata Bayu yang meminta Duta untuk menjadi Pacar Agnia?
Rasanya semua irrasional. Agnia mencoba berfikir dingin untuk menghadapi apa yang ada di depan matanya saat ini.
Bayu benar. Bayu pernah berkata seperti waktu itu. Maka aku juga. Pikir Agnia.
My sweet desire memang mendapatkan Duta. Keinginan ku memang jadi pacarnya Duta, namun tidak semua sweet desire bisa menjadi nyata dan berakhir baik. Aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi semuanya adalah sampah ketika itu membuat Duta tertekan, menyakiti hati Bayu bahkan membuat aku sampai seperti ini. Pikir Agnia lagi.
Kebahagiaan itu, bisa juga ketika melihat orang yang kita sayangi bahagia meskipun artinya tidak bersama kita, kan? Pikirnya lagi dengan menitihkan air mata.
Pagi benar. Agnia seperti tak ingin melewatkan kepindahan Duta. Agnia mencoba mengembangkan senyum yang ada di bibirnya.
Agnia merangkul bahu Bayu. Bayu terkejut.
"Hai, Yu!" sapa Agnia ceria.
"Ni?"
Senyumnya benar-benar lebar seperti tak ada yang terjadi.
"Nggak usah pindah kali. Dasar lebay! Masa gara-gara aku doang pindah?" celetuk Agnia dari belakang Duta.
"Ni??"
"Ayolaaah..." Agnia kemudian merangkul dua laki-laki itu.
"Aku tau. Anggap aja nggak ada yang terjadi di antara kita. Duta nggak perlu pindah, tapi nggak perlu jadi pacarku juga. Bayu juga masih jadi bestfriend ku," Lanjutnya.
Bayu dan Duta heran saling berpandangan.
"Dalam hidup ini, kita selalu punya keinginan. Tapi nggak semua keinginan kita itu selalu terpenuhi. Iya kan, Bay? Lagian kita masih bisa jadi 3 idiots kan? Iya kan?" Ujar Agnia lagi.
Bayu dan Duta kembali berpandangan dan mulai mengembangkan senyum.
"Malah liat-liatan! Ah! Hitung sampe tiga, terakhir sampe kantin bayarin sampe kenyang," Agnia berlari sekencang mungkin.
Diiringi tawa jahilnya diikuti kedua sahabatnya Bayu dan Duta..
THE END
No comments:
Post a Comment