Saturday, October 13, 2012

Sweet Desire IV

Hari berlanjut, semua tampak biasa pada sisi Agnia. Tidak dengan Duta, ataupun Bayu. Duta mulai merasa dirinya tak lagi pantas berada di samping Agnia, karena Agnia terlalu menyayanginya. Duta memang jatuh hati dengan Agnia, namun itu bukan modal yang cukup untuk membuat Duta merasa pantas menjadi kekasih Agnia. Karena jatuh hati bukan berarti jatuh cinta, jatuh hati adalah karena ketika kita mengagumi seseorang entah dari sifat, perilaku, tutur katanya, dan gayanya.
Sedangkan Duta sekedar jatuh hati pada Agnia yang baik, ramah, dan patut di kagumi. Tapi Duta sama sekali tak pernah jatuh cinta pada Agnia.
Bayu setiap kali harus tertekan melihat sahabatnya Agnia, dan Duta yang bahkan tidak mencintai Agnia sepenuhnya selalu berduaan.
Agnia bahagia di pihaknya, mendapatkan apa yang ia inginkan, dan tetap memiliki sahabat sebaik Bayu.

Selasa. Agnia berada di rumah Bayu. Namun kali ini tak ditemani oleh Duta kekasihnya.
"Yu,"
"Hem?"
"Nggak kepikiran nyari cewe kamu? Mau jomblo terus?" tanya Agnia kemudian.
Bayu yang sedang menggambar sketsa pun berhenti dan memandang Agnia sejenak.
"Aku nggak jomblo."
"Terus apa? Single? Hahah. Cari cewe kek,"
"Udah ada," jawab Bayu.
"Siapa? Aku kenal nggak?" tanya Agnia penasaran.
"Tergantung," jawaban ini membuat Agnia semakin penasaran.
"Tergantung gimana kamu memahami dirimu sendiri, Ni." lanjut Bayu.
"Ha? Maksutnya?"
"Heheh enggak. Ada sih satu cewek. Sayangnya, dia suka sama cowo lain," ujar Bayu.
"Cuman suka? Kamu nggak berusaha buat dia ya? Nyerah???" celetuk Agnia.
"Kamu nggak ngerti sih. Beda, antara keharusan untuk berusaha sama merelakan," jawab Bayu lagi.
"Ah nggak ngerti maksutmu apa," sahut Agnia.
"Gini ya, Ni. Dalam hidup ini tu kita nggak selalu bisa mendapatkan apa yang kita pingin, ada saatnya keinginan kita terpenuhi. Ada saatnya juga ketika kita harus ngerelain keinginan kita untuk kepentingan lain. Sweet desire itu selalu ada dalam hidup orang masing-masing, tapi nggak semua sweet desire itu jadi nyata. Lagian, aku emang cinta sama dia, tapi kalo dia seneng aku pun juga." jawab Bayu panjang.
Agnia hanya menganggukkan kepala beberapa kali.
"Sini pinjem BB mu," ujar Agnia kemudian.
Sebuah pesan masuk. Dari Duta? Agnia membukanya karena tidak mungkin Bayu menutup-nutupi smsnya dengan Duta.

"Bay, kayanya aku lebih baik mundur. Maaf kalo aku ngecewain kamu ato Agnia nantinya. Tapi aku nggak pantes jadi cowonya Agnia, aku emang suka sama Agnia. Tapi nggak kalo jadi pacar. Jadi, kaya katamu waktu itu, aku mau pergi aja dari Agnia."

Agnia terkejut, hidupnya, semua keinginannya yang sempurna ada di depan mata seperti cat tembok yang luntur tersiram air.

"Ada sms nih, Bay. Aku pulang dulu ya,"
"Lhoh? Kok sebentar  banget tumben? Nggak dijemput Duta?" Jawab Bayu.
"Aku nggak yakin dia mau jemput. Udah ah, pulang dulu ya. Balesin dulu tuh smsnya," Agnia setengah berkaca-kaca dan menyambar tasnya kemudian pergi.
Bayu bingung kemudian melihat sms yang masuk tadi. Dibacanya dan Bayu sangat terkejut. Seiring akan dikejarnya Agnia namun Agnia sudah lenyap dari rumahnya.

bersambung

No comments:

Post a Comment