Siang itu, sepulang sekolah. Tak banyak yang berada di sebelah gedung basket sekolah Bayu. Tempat dimana murid-murid lelaki merokok. Dari jauh terlihat hanya ada seorang Duta duduk disebuah bangku dengan sebatang rokoknya. Ya. Bayu memang memintanya untuk berada disana sepulang sekolah.
"Dut,"
"Dat Dut Dat Dut! Panggilnya Duta lah, orang-orang mikirnya nanti aku gendut!" Sahut Duta.
"Halah... Dah lama kamu disini?" Tanya Bayu.
"Enggak. BM kamu baru aku baca sepulang sekolah, jadi ya barusan." Jawab Duta sambil menyulut rokoknya.
"Mau ngomong apa sih?" Tanya Duta lagi.
"Tau kan?" Bayu memberi pertanyaan yang ganjil.
"Tau apa?"
"Tau lah, Agnia naksir berat sama kamu." Jawab Bayu kemudian.
"Oh ya?" Duta tampak setenga-setengah dalam menanggapi.
"Tanggepin yang serius. Agnia banyak ngarep ke kamu."
"Lho kok gitu? Terserah aku dong," Duta ketus dan masih setengah-setengah dalam memberi respon.
"Atau... Lebih baik nggak usah kontak Agnia lagi aja daripada cuman mainin dia," jawab Bayu lagi.
Kali ini Duta mematikan rokoknya.
"Haha. Tenang ajalah. Aku suka kok sama Agnia, ya emang belum cinta sih. Tapi mungkin bakalan." Duta menjawab dengan enteng.
Bayu tampak membisu dan tak mengeluarkan respon. Bayu berfikir lagi.
"Kalo gitu, jangan kecewain aku sebagai sahabatnya dan juga naksir sama Agnia dari SMP ya." Bayu mengosongkan pandangannya.
Tampak ingin berbicara lagi namun bingung apa yang akan ia katakan.
"Itu aja. Mungkin kamu nganggep sama sekali nggak penting. Tapi aku yakin bicaramu bisa aku pegang, Dut. Aku seneng kalo Agnia dapet apa yang dia pengen. Makasih waktunya," Bayu menepuk bahu Duta dua kali dan meninggalkannya.
Kini tersisa Duta dan rokoknya tadi. Duta memandangi langkah kaki Bayu yang menjauh. Duta merasakan mulutnya mulai hambar. Ia menyambar tasnya dan segera pergi meninggalkan tempat persemayamannya dengan rokoknya tadi.
Pagi ini tidak banyak yang berbeda bagi Bayu, namun berbeda bagi Agnia heboh dengan berita barunya. Tengah hari Agnia menelefon sahabatnya Bayu untuk sekedar mengatakan "iiiiih Bayuuu.. Aku pingin meluk kamu deh," belum sempat dijawab oleh Bayu, Agnia sudah mematikan panggilannya.
Bayu memang berencana meminjam buku paket ke rumah Agnia sore ini. Yang berbeda hanya ketika Bayu menemukan motor Duta di depan rumah Agnia. Dan juga beserta sang pemilik motor.
bersambung
No comments:
Post a Comment